Perbedaan OOP Dan Prosedural Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya

Perbedaan OOP Dan Prosedural

Pemrograman adalah bidang yang luas dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Bukan rahasia lagi bahwa untuk menjadi programmer yang sukses, kita harus memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang dasar-dasarnya. Salah satunya adalah memahami paradigma pemrograman.

Ada beberapa paradigma yang bisa kita pelajari, seperti OOP, Procedural, atau Functional. Pada postingan ini admin akan membahas perbedaan OOP dan prosedural.

Apa Itu Paradigma?

Paradigma pemrograman merupakan cara atau sudut pandang seorang programmer untuk menyelesaikan suatu masalah dengan cara pemrograman. Paradigma pemrograman penting bagi seorang programmer untuk dapat mengidentifikasi sebuah masalah sebelum mempersiapkan solusinya dengan sebuah program komputer. Saat ini ada beberapa paradigma pemrograman yang banyak diimplementasikan oleh para programmer, contohnya seperti procedural atau OOP.

Baca Juga: Paradigma Pemrograman: Pengertian Dan Jenis

Apa Itu Paradigma Prosedural?

Paradigma Procedural/Prosedural adalah paradigma yang bersumber pada konsep mesin Von Newman (stored program concept) dimana tempat penyimpanan (memori) dibedakan menjadi memori instruksi dan memori data, dan masing-masing memori tersebut dapat diberi nama dan nilai untuk kemudian dieksekusi secara berurutan satu persatu, mulai dari baris atas hingga bawah, dimana semua data dan kode digabung menjadi satu bagian dalam satu program.

Kelebihan dari paradigma ini adalah memiliki kesederhanaan, efisiensi, dan keefektifan eksekusi barisan perintah program, karena sangat dekat dengan bahasa mesin. Selain itu, penulisan program memiliki struktur logika yang benar dan mudah dipahami karena hanya memiliki 3 struktur dasar, yaitu struktur berurutan, seleksi dan perulangan.

Sedangkan kekurangannya adalah banyaknya batasan-batasan yang terkadang menyulitkan seorang programmer seperti cara penulisan programnya yang jauh dari “bahasa manusia”. Selain itu, program cukup sulit untuk di maintenance karena sulit untuk mengubah kode tanpa mempengaruhi fungsi sistem secara keseluruhan. Contoh bahasa pemrogaman yang menggunakan paradigma ini adalah bahasa-bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Cobol, Basic, Pascal, Fortran, dan C.

Apa Itu Paradigma OOP?

Pemograman Berorientasi Object atau biasa dikenal dengan Object Oriented Programming (OOP) adalah sebuah paradigma dalam pemograman yang menyelesaikan masalah program dengan menyediakan objek-objek (terdiri dari beberapa attribute dan method) yang saling berkaitan dan disusun kedalam satu kelompok atau yang disebut dengan class. Nantinya objek-objek tersebut akan saling berinteraksi untuk menyelasaikan masalah program yang rumit.

Kelebihan dari paradigma OOP adalah dalam mendefinisikan sebuah class cukup ditulis sekali. Selain itu, ini dapat menambahkan fitur pada class tanpa harus mengedit class asal, dapat menggunakan sebuah objek tanpa harus tahu teknis yang ada didalamnya, data dapat diatur secara private sehingga tidak berpengaruh pada fungsi lainnya, serta dapat membangun library-library yang dapat memudahkan programmer dalam membangun sebuah sistem informasi.

Sedangkan kekurangannya adalah membutuhkan ruang memori yang lebih besar dibandingkan dengan pemrograman terstruktur, dan membutuhkan dasar pemrograman yang kuat untuk menggunakannya. Contoh bahasa pemrograman yang menggunakan paradigma ini adalah bahasa pemrograman Delphi, Java, C++, PHP, Python.

Baca Juga: Apa Itu OOP (Object-Oriented Programming)?

Perbedaan OOP Dan Prosedural

Setelah kalian mengetahui penjelasan mengenai paradigma Posedural dan OOP. Sekarang mari kita lihat perbedaan OOP dan Prosedural.

NoOOPProsedural
1Dalam konsep OOP, program dibagi menjadi potongan-potongan kecil yang disebut objek yang merupakan turunan dari kelas.Dalam konsep Prosedural, program utama dibagi menjadi bagian-bagian kecil berdasarkan fungsi dan diperlakukan sebagai program terpisah untuk program yang lebih kecil individu.
2 OOP memiliki access modifiers seperti public, protected, dan private.Prosedural tidak memiliki access modifiers seperti pada OOP
3Karena OOP dapat melakukan abstraction dalam penyembunyian data. Oleh karena itu OOP lebih aman daripada Prosedural.Prosedural kurang aman dibandingkan dengan OOP
4Karena modularitas dalam program OOP kurang kompleks dan karenanya objek data baru dapat dibuat dengan mudah dari objek yang ada membuat OOP mudah dimodifikasiTidak ada proses sederhana untuk menambahkan data di prosedural, tanpa merevisi seluruh program.
5Cocok untuk project atau aplikasi yang kompleksCocok untuk project atau aplikasi yang sederhana
6Sedikit sulit dipahami oleh programmer pemulaMudah dipahami oleh programmer pemula

Kesimpulan

Jadi itulah perbedaan OOP dan prosedural. Intinya tujuan Prosedural adalah untuk memecah program menjadi kumpulan variabel, struktur data sedangkan tujuan utama dari Object Oriented Programming adalah untuk memecah program menjadi objek.


Sekian artikel Perbedaan OOP Dan Prosedural. Nantikan artikel menarik lainnya dan jangan lupa share artikel ini ke teman-teman kalian. Terimakasih…

Related posts

10 Peran Pekerjaan Backend Developer Dan Skill Yang Dibutuhkan

Apa Itu Git Bash Dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

Pengertian Framework Dalam Pemrograman